Resume 2 : Community Based Tourism
Handbook Chapter 1
by Fitri Anasari
Perubahan
sosial yang ditimbulkan oleh globalisasi menyebabkan masyarakat lokal tidak
bisa hidup dalam isolasi. Banyak masyarakat yang sudah mandiri dan mulai
bergantung dengan dunia luar. Namun berinteraksi dengan dunia luar tidak akan
mudah bagi masyarakat setempat tanpa memiliki sosial yang cukup kuat, budaya,
dan sumber ekonomi yang memadai.
Seiring
perkembangan zaman terdapat suatu ide dalam pengelolaan Desa Wisata yaitu CBT. Community
Based Tourism (CBT) atau Wisata Berbasis Masyarakat adalah jenis wisata yang
memiliki karakteristik unik dan sangat berbeda dengan pariwisata massal. "CBT
adalah pariwisata yang membutuhkan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan
budaya. Dikelola dan dimiliki oleh masyarakat, untuk masyarakat, dengan tujuan
memungkinkan pengunjung untuk meningkatkan kesadaran mereka dan belajar tentang
masyarakat dan cara hidup lokal" (REST, 1997). Mereka yang ingin
menerapkan CBT harus memahami sepenuhnya tentang gagasan, prinsip yang
mendasari dan komponen yang ada di belakangnya. CBT bukan sekadar bisnis
pariwisata yang bertujuan memaksimalkan keuntungan investor. Sebaliknya, hal
ini lebih mementingkan dampak pariwisata di Indonesia meliputi sumber daya
masyarakat dan lingkungan.
Prinsip CBT :
1. Mengakui, mendukung dan mempromosikan kepemilikan
masyarakat terhadap pariwisata;
2. Libatkan anggota masyarakat sejak awal dalam setiap
aspek;
3. Mempromosikan kebanggaan masyarakat;
4. Meningkatkan kualitas hidup;
5. Memastikan kelestarian lingkungan;
6. Pertahankan karakter dan budaya unik daerah
setempat;
7. Tingkatkan pembelajaran lintas budaya;
8. Menghormati perbedaan budaya dan martabat manusia;
9. Bagikan manfaat secara adil di antara anggota
masyarakat;
10. Kontribusi persentase pendapatan yang tetap terhadap
proyek masyarakat.
Berikut
adalah elemen kunci CBT:
Sumber
Daya Alam dan Budaya
- Sumber daya alam terpelihara dengan baik.
- Ekonomi lokal dan moda produksi
bergantung pada penggunaan berkelanjutan sumber daya alam.
- Adat istiadat dan budaya yang unik untuk
destinasi wisata.
Organisasi
Masyarakat
- Masyarakat berbagi kesadaran, norma dan ideologi.
- Komunitas memiliki penatua yang memiliki
pengetahuan tradisional lokal dan kebijaksanaan.
- Komunitas memiliki rasa memiliki dan
ingin berpartisipasi dalam komunitasnya pembangunan sendiri.
Pengelolaan
- Komunitas memiliki peraturan dan
peraturan untuk lingkungan, budaya, dan manajemen pariwisata.
- Suatu organisasi atau mekanisme lokal
ada untuk mengelola pariwisata dengan kemampuan untuk menghubungkan pariwisata
dan pengembangan masyarakat.
- Manfaatnya terbagi secara merata ke
semua.
- Persentase keuntungan dari pariwisata
berkontribusi pada dana masyarakat untuk pembangunan ekonomi dan sosial
masyarakat.
Pembelajaran
Kegiatan dan layanan wisata bertujuan:
- Membina
proses pembelajaran bersama antara host dan tamu.
- Mendidik
dan membangun pemahaman tentang beragam budaya dan cara hidup.
- Meningkatkan
kesadaran akan konservasi alam dan budaya antar wisatawan dan masyarakat setempat.
Terdapat beberapa jenis
pariwisata yang mirip dengan CBT yaitu :
1. Ekowisata
Merupakan
salah satu kegiatan pariwisata yang berwawsan lingkungan dengan mengutamakan
aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat
lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.
2. Kunjungan Singkat
Program
tour massal biasanya didalamnya memiliki kunjungan singkat beberapa jam ke masyarakat
lokal untuk beberapa lama. Kunjungan yang khas adalah beberapa jam di desa
pegunungan suku 'eksotis' di Thailand Utara atau melihat sekilas di sekitar komunitas
nelayan semi-nomaden di Selatan. Contoh lain dari sebuah Kunjungan singkat
adalah "agrowisata" yang muncul setelah krisis ekonomi Thailand di
Indonesia 1997. Pemerintah mempromosikan kunjungan singkat yang akan membawa
wisatawan ke peternakan yang sukses dan unik, bagi wisatawan untuk mencicipi
dan membeli hasil pertanian.
3. Homestay
Homestay
merupakan salah satu jenis pariwisata yang mempromosikan interaksi antar keluarga
tuan rumah dan wisatawan.
Berikut adalah
Perbedaan CBT dengan beberapa hal diatas :
1.
Perbedaan CBT dengan Ekowisata
EKOWISATA
|
CBT
|
1.
Tujuan:
Manajemen
yang bertanggung jawab atraksi alam, budaya lokal dan kualitas unik dari tujuan.
|
Manajemen
yang bertanggung jawab atas lingkungan,
sumber daya alam, sosial sistem dan budaya sebagai respon terhadap kebutuhan
masyarakat.
|
2.
Kepemilikan
Tidak
ditentukan
|
Masyarakat
|
3.
Manajemen Wisata
Tidak
ditentukan
|
Masyarakat
|
4.
Pariwisata Keterkaitan
Menekankan
pariwisata dan lingkungan Hidup
|
Menekankan
perkembangan holistik
|
2.
Perbedaan CBT dengan Kunjungan Singkat
CBT
|
Kunjungan Singkat
|
Durasi Kunjungan
Waktu yang
cukup untuk memahami,
melalui
observasi, aktivitas, dan
diskusi.
|
Waktu
yang singkat untuk observasi; Sedikit atau tidak ada waktu bagi pengunjung
untuk berpartisipasi dalam kegiatan lokal. Sedikit atau tidak ada pertukaran
dengan penduduk setempat meningkatkan pemahaman lintas budaya.
|
Partisipasi dalam kegiatan masyarakat
Tinggi
|
Rendah
|
Belajar dan Pertukaran Budaya
Tinggi
|
Rendah
|
Harga & Penghasilan
Diatur
oleh masyarakat
|
Masyarakat
memiliki sedikit kontrol kecuali dalam kasus wisata yang datang untuk tujuan
itu membeli produk lokal dari "One Tambon One Product ".
|
Pemahaman Wisatawan tentang Masyarakat
Mungkin melalui
pengamatan yang berarti, percakapan dan interaksi dengan anggota masyarakat
sebagai hasilnya dari desain program.
|
Hanya
mungkin melalui sumber luar
orang
yang memiliki pengetahuan lokal
masyarakat
dan bertindak sebagai 'ahli'
perantara.
|
3.
Perbedaan CBT dengan Homestay
CBT
|
Homestay
|
1. Definisi
Belajar
berasal dari keseluruhan
Masyarakat.
|
Belajar
kebanyakan berasal dari keluarga pemilik homestay.
|
2. Akomodasi
Banyak
jenis bisa diatur termasuk
tenda,
kabin, homestays atau
tamu
rumah.
|
Akomodasi
di rumah pemilik homestay.
|
3. Proses pembelajaran
Mungkin
melalui interaksi dengan banyak orang jenis orang termasuk keluarga angkat, pemandu
lokal dan kelompok yang berorganisasi kegiatan di masyarakat.
|
Bergantung
pada antusiasme kedua pengunjung dan pemilik homestay.
|
4. Manfaat Komunitas
Anggota
masyarakat berbeda status bisa diuntungkan dengan mengambil berbagai peran
dalam manajemen pariwisata seperti nara sumber, pemandu, host. Bagian dari keuntungan yang disumbangkan untuk proyek
masyarakat.
|
Seringkali
hanya rumah tangga yang lebih kaya memiliki kesempatan untuk menyediakan
akomodasi dan kemauan Kumpulkan tunjangan untuk diri mereka sendiri, kecuali
di kasus yang ada peraturan yang memastikan bagian dari keuntungan
dikontribusikan ke masyarakat proyek.
|
Pariwisata
dapat menjadi alat yang ampuh untuk pengembangan masyarakat, terutama jika
melihat hubungan antara pariwisata dan pengembangan masyarakat. Tabel berikut
menunjukkan cara-cara agar prinsip pembangunan berkelanjutan dapat dipraktekkan
untuk membuat pariwisata berkelanjutan.
Dimensi
|
Pembangunan Berkelanjutan
|
Pariwisata Berkelanjutan
|
Ekonomi
|
· Penghasilan dari produksi lokal
· Diversifikasi ekonomi lokal
· Kemandirian
|
· Menaikan dana untuk pengembangan masyarakat
· Menciptakan pekerjaan di bidang pariwisata
· Mengangkat pendapatan masyarakat setempat
|
Sosial
|
· Orang-berpusat
· Pengembangan keadilan sosial
· Memuaskan kualitas hidup
· Organisasi aktif masyarakat
|
· Meningkatkan kualitas hidup
· Mempromosikan kebanggaan masyarakat
· Membagi peran secara adil antara wanita / pria,
tua / muda
· Membangun organisasi manajemen masyarakat
|
Budaya
|
· Pendidikan formal dan informal
· Budaya lokal terus berlanjut ke generasi
berikutnya
· Pelestarian budaya
|
· Mendorong rasa hormat terhadap keanekaragaman
budaya
· Terjadi pertukaran budaya
· Sematkan perkembangan budaya lokal
|
Lingkungan
|
· Hak pengelolaan sumber daya alam
· Tanggungjawab lingkungan
· Konservasi sumber daya alam
|
· Mempelajari daya dukung daerah tersebut
· Mengelola pembuangan limbah
· Meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi
|
Politik
|
· Partisipasi masyarakat
· Pembangunan sebagai tanggapan terhadap
· Kebutuhan masyarakat
· Demokratisasi
|
· Mengaktifkan partisipasi masyarakat lokal
· Meningkatkan kekuatan di luar masyarakat
· Memastikan hak dalam pengelolaan sumber daya alam
|
Dalam
mempersiapkan komunitas CBT, harus mempertimbangkan pembentukan kontrak atau komitmen
di antara para pemangku kepentingan. Hal ini dapat dilakukan melalui proses
menetap pada tujuan bersama dan berpartisipasi dalam sepuluh langkah di bawah
ini, yaitu :
1. Pilih tujuan.
2. Selesaikan studi kelayakan kerjasama dengan masyarakat
3. Tetapkan visi dan tujuan dengan masyarakat
4. Mengembangkan rencana untuk mempersiapkan masyarakat
mengelola pariwisata
5. Tetapkan arahan untuk manajemen organisasi
6. Merancang program tur
7. Latihlah panduan penafsir
8. Mengembangkan rencana pemasaran
9. Luncurkan program tur percontohan
10. Pantau dan evaluasi prosesnya