Jumat, 23 Februari 2018

Resume 4 : Ringkasan Dampak Pariwisata Rekreasi di Daerah Pedesaan by Fitri Anasari


Ringkasan Dampak Pariwisata Rekreasi di Daerah Pedesaan (sources: Mathieson and Wall, 1982; Grafton, 1984; White, 1985; Getz, 1986, 1993, 1994; Ciacco, 1990; King, 1991; McKercher, 1993; Hannigan, 1994; Hoggart et al., 1995; Page and Getz, 1997; Sharpley and Sharpley, 1997; Butler et al., 1998) :

  1.  Sosial Ekonomi :
a.       Positif
·  Menyediakan sumber pendapatan baru, sumber pendapatan alternatif atau penghasilan tambahan dan lapangan pekerjaan yang baru.
·  Membantu mengurangi ketidakseimbangan kekuatan sosial.
·  Mendorong kegiatan masyarakat yang kolektif.
·  Memberikan kesempatan untuk mempertahankan populasi di daerah yang mungkin mengalami depopulasi.
·  Memungkinkan area yang akan kembali dihuni oleh manusia.
·  Secara keseluruhan menimbulkan dampak multi ganda meskipun di daerah pedesaan ini jumlahnya tergolong lebih sedikit.

b.      Negatif
·         Menjadi penyebab terjadinya kebocoran ekonomi.
·         Inflansi pada harga produk lokal.
·         Migrasi tenaga kerja.
·         Mendistorsi struktur ketenagakerjaan lokal.
·         Mendistorsi pasar perumahan lokal.
·         Memperkuat persepsi pekerjaan perempuan sebagai pekerja dengan gaji rendah dan pekerja paruh waktu serta perpanjangan dari 'Peran Dalam Negeri'
·         Kompleks mandiri dengan pihak-pihak terkait yang lemah terhadap ekonomi lokal.
·         Pola permintaan musiman.

         2.  Budaya
a.     Positif
·         Menghidupkan kembali budaya lokal.
·         Menanamkan rasa kebanggaan terhadap budaya lokal, harga diri dan identitas.

b.    Negatif
·         Memproduksi atau mendistorsi budaya lokal untuk komodifikasi dan keaslian bertahap.
·         Menghancurkan budaya asli.

         3.  Fisik : dibangun (buatan) dan alami
a.    Positif
·         Kontribusi untuk konservasi dan perlindungan.
·         Membantu perbaikan dan penggunaan kembali properti yang tidak terpakai.

b.    Negatif
·         Perusakan habitat asli.
·         Membuang Sampah sembarangan, emisi dan bentuk lain dari polusi.
·         Kemacetan.
·         Perumusan konstruksi baru, mungkin dicangkokkan ke permukiman yang ada.


Sabtu, 17 Februari 2018

Rural Tourism and Recreation : Principles to Practice

Resume 3 : Rural Tourism and Recreation : Principles to Practice Chapter 1 Tabel 1.1
 by Fitri Anasari

Berbagai Pariwisata dan Kegiatan Rekreasi di Pedesaan :

1. Perjalanan (Touring)
a.       Mendaki
b.      Menunggang kuda
c.       Perjalanan di kafilah gipsi
d.      Perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor
e.       Kota kecil / perjalanan di desa
f.       Petualangan di saat liburan / petualangan di hutan belantara
g.      Bersepeda
h.      Menunggangi keledai / bermain ski lintas negara

      2. Macam-macam kegiatan yang berhubungan dengan air :
a.       Memancing
b.      Berenang
c.       Wisata sungai (rumah terapung, perahu kecil, kapal)
d.      Arung jeram (kano, kayak)
e.       Selancar
f.       Balapan perahu motor
g.      Berlayar

      3. Aktivitas Udara
a.       Tur dengan pesawat ringan
b.      Wisata dengan menggunakan pesawat Micro-light atau Hang-gliding
c.       Balon udara

      4. Aktivitas Olahraga
a.       Aktivitas yang terkait dengan alam
·         Menelusuri goa
·         Panjat tebing
·         Aktivitas olahraga dengan menggunakan atlas atau kompas
b.      Aktivitas yang sudah modifikasi
·         Bermain tenis
·         Bermain golf
·         Bermain ski menuruni bukit tingkat rendah

      5. Aktivitas Budaya
a.       Arkeologi
b.      Situs restorasi
c.       Penelitian warisan pedesaan
d.      Industri lokal, pertanian dan usaha kerajinan
e.       Museum
f.       Kursus membuat kerajinan
g.      Ekpresi artistik lokakarya
h.      Kelompok masyarakat
i.        Budaya, gastronomi dan lain-lain

        6.  Aktivitas yang berhubungan dengan kesehatan
a.       Pelatihan kebugaran
b.      Kursus hanggar
c.       Spa dan resort kesehatan

       7. Kegiatan Pasif
a.       Liburan santai di lingkungan pedesaan
b.      Belajar alam di ruang terbuka termasuk melihat burung dan fotografi
c.       Apresiasi pemandangan

       8. Acara khas suatu daerah
a.       Festival olahraga pedesaan
b.      Pertunjukan kegiatan pertanian

       9. Bisnis yang terkait
a.       Konvensi atau konferensi skala kecil
b.      Wisata intensif

Selasa, 13 Februari 2018

Desa Wisata Waturaka Ende, Nusa Tenggara Timur


Desa Wisata ini terletak di kaki Gunung Kelimutu di dekat Danau Kelimutu, Kupang, Ende, Nusa Tenggara Timur. Desa Wisata Waturaka memiliki wisata alam seperti Air Terjun Desa Waturaka dan Air Panas Kolorongo. Aksesibilitas menuju Desa Wisata ini sudah cukup baik dan disepanjang perjalanan menuju Desa Wisata disuguhkan pemandangan alam pegunungan yang menakjubkan dengan suhu udara yang dingin sehingga membuat wisatawan tidak bosan ketika berada di perjalanan. Hamparan sawah dengan tanaman holtikultura juga tersaji di kawasan menuju desa ini. Selain mengedepankan keindahan alam Desa Wisata Watukara juga mengedepankan nilai-nilai budaya dengan membangun kerjasama masyarakat setempat untuk pengunjung. Termasuk pengembangan homestay milik masyarakat. Desa Wisata Waturaka merupakan salah satu dari 24 komunitas adat suku Lio yang menjadi penyangga Kawasan Taman Nasional Kelimutu.

Desa Wisata Waturaka dinobatkan sebagai 10 Desa Wisata terbaik karena :
a.       Memiliki potensi wisata alam dan budaya.
b.      Dapat mengembangkan jenis wisata lain yaitu agrowisata.
c.   Wisatawan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat sehari-hari. Sebagai contoh wisatawan tidur, memasak bersama pemilik homestay dan makan bersama. Selain itu mereka juga ikut membangun rumah, bertani dan bermain bersama anak-anak.
d.       Memiliki peraturan tentang pengelolaan Desa Wisata.
e.       Dapat dijangkau dengan mudah karena akses sudah memadai.

Dampak positif yang didapat oleh masyarakat dengan adanya Desa Wisata yaitu promosi wisata yang dilakukan untuk mengenalkan Desa Wisata Waturaka Ende kepada wisatawan agar wisatawan dapat tertarik untuk datang dan memberikan kontribusinya terhadap Desa Wisata ini. Dengan adanya hal tersebut perekoniman masyarakat dapat meningkat. Selain itu dengan adanya Desa Wisata ini kelembagaan menjadi semakin kuat sehingga dapat mengelola Desa Wisata Waturaka dengan baik dan tepat. Sebelumnya masyarakat memang belum bisa mengelola Desa Waturaka, namun setelah dijadikan Desa Wisata dengan sistem CBT (Community Based Tourism) masyarakat desa menjadi tahu tentang bagaimana cara mengelola Desa Wisata dengan baik dan tepat agar menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan. Masyarakat Desa Waturaka juga menjadi berperan aktif dalam menjalankan tugasnya menjadi tuan rumah untuk menyambut wisatawan yang datang ke Desa Wisata Watukara. Image Desa Wisata Waturaka semakin baik dan semakin banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Jumat, 09 Februari 2018

Community Based Tourism Handbook

Resume 2 : Community Based Tourism Handbook Chapter 1

by Fitri Anasari


Perubahan sosial yang ditimbulkan oleh globalisasi menyebabkan masyarakat lokal tidak bisa hidup dalam isolasi. Banyak masyarakat yang sudah mandiri dan mulai bergantung dengan dunia luar. Namun berinteraksi dengan dunia luar tidak akan mudah bagi masyarakat setempat tanpa memiliki sosial yang cukup kuat, budaya, dan sumber ekonomi yang memadai.

Seiring perkembangan zaman terdapat suatu ide dalam pengelolaan Desa Wisata yaitu CBT. Community Based Tourism (CBT) atau Wisata Berbasis Masyarakat adalah jenis wisata yang memiliki karakteristik unik dan sangat berbeda dengan pariwisata massal. "CBT adalah pariwisata yang membutuhkan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya. Dikelola dan dimiliki oleh masyarakat, untuk masyarakat, dengan tujuan memungkinkan pengunjung untuk meningkatkan kesadaran mereka dan belajar tentang masyarakat dan cara hidup lokal" (REST, 1997). Mereka yang ingin menerapkan CBT harus memahami sepenuhnya tentang gagasan, prinsip yang mendasari dan komponen yang ada di belakangnya. CBT bukan sekadar bisnis pariwisata yang bertujuan memaksimalkan keuntungan investor. Sebaliknya, hal ini lebih mementingkan dampak pariwisata di Indonesia meliputi sumber daya masyarakat dan lingkungan.

Prinsip CBT :
1.      Mengakui, mendukung dan mempromosikan kepemilikan masyarakat terhadap pariwisata;
2.      Libatkan anggota masyarakat sejak awal dalam setiap aspek;
3.      Mempromosikan kebanggaan masyarakat;
4.      Meningkatkan kualitas hidup;
5.      Memastikan kelestarian lingkungan;
6.      Pertahankan karakter dan budaya unik daerah setempat;
7.      Tingkatkan pembelajaran lintas budaya;
8.      Menghormati perbedaan budaya dan martabat manusia;
9.      Bagikan manfaat secara adil di antara anggota masyarakat;
10.  Kontribusi persentase pendapatan yang tetap terhadap proyek masyarakat.

Berikut adalah elemen kunci CBT:

Sumber Daya Alam dan Budaya
  • Sumber daya alam terpelihara dengan baik.
  • Ekonomi lokal dan moda produksi bergantung pada penggunaan berkelanjutan sumber daya alam.
  • Adat istiadat dan budaya yang unik untuk destinasi wisata.
Organisasi Masyarakat
  • Masyarakat berbagi kesadaran, norma dan ideologi.
  • Komunitas memiliki penatua yang memiliki pengetahuan tradisional lokal dan kebijaksanaan.
  • Komunitas memiliki rasa memiliki dan ingin berpartisipasi dalam komunitasnya pembangunan sendiri.
Pengelolaan
  • Komunitas memiliki peraturan dan peraturan untuk lingkungan, budaya, dan manajemen pariwisata.
  • Suatu organisasi atau mekanisme lokal ada untuk mengelola pariwisata dengan kemampuan untuk menghubungkan pariwisata dan pengembangan masyarakat.
  • Manfaatnya terbagi secara merata ke semua.
  • Persentase keuntungan dari pariwisata berkontribusi pada dana masyarakat untuk pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.

Pembelajaran
Kegiatan dan layanan wisata bertujuan:
  • Membina proses pembelajaran bersama antara host dan tamu.
  • Mendidik dan membangun pemahaman tentang beragam budaya dan cara hidup.
  • Meningkatkan kesadaran akan konservasi alam dan budaya antar wisatawan dan masyarakat setempat.

Terdapat beberapa jenis pariwisata yang mirip dengan CBT yaitu :
1.      Ekowisata
Merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawsan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

2.      Kunjungan Singkat
Program tour massal biasanya didalamnya memiliki kunjungan singkat beberapa jam ke masyarakat lokal untuk beberapa lama. Kunjungan yang khas adalah beberapa jam di desa pegunungan suku 'eksotis' di Thailand Utara atau melihat sekilas di sekitar komunitas nelayan semi-nomaden di Selatan. Contoh lain dari sebuah Kunjungan singkat adalah "agrowisata" yang muncul setelah krisis ekonomi Thailand di Indonesia 1997. Pemerintah mempromosikan kunjungan singkat yang akan membawa wisatawan ke peternakan yang sukses dan unik, bagi wisatawan untuk mencicipi dan membeli hasil pertanian.

3.      Homestay
Homestay merupakan salah satu jenis pariwisata yang mempromosikan interaksi antar keluarga tuan rumah dan wisatawan.

Berikut adalah Perbedaan CBT dengan beberapa hal diatas :
1.      Perbedaan CBT dengan Ekowisata
EKOWISATA
CBT
1. Tujuan:
Manajemen yang bertanggung jawab atraksi alam, budaya lokal dan kualitas unik dari tujuan.

Manajemen yang bertanggung jawab atas lingkungan, sumber daya alam, sosial sistem dan budaya sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat.
2. Kepemilikan
        Tidak ditentukan

 Masyarakat
3. Manajemen Wisata
       Tidak ditentukan

Masyarakat
4. Pariwisata Keterkaitan
Menekankan pariwisata dan lingkungan Hidup

Menekankan perkembangan holistik


2.      Perbedaan CBT dengan Kunjungan Singkat
CBT
Kunjungan Singkat
        Durasi Kunjungan
Waktu yang cukup untuk memahami,
melalui observasi, aktivitas, dan
diskusi.

Waktu yang singkat untuk observasi; Sedikit atau tidak ada waktu bagi pengunjung untuk berpartisipasi dalam kegiatan lokal. Sedikit atau tidak ada pertukaran dengan penduduk setempat meningkatkan pemahaman lintas budaya.
       Partisipasi dalam kegiatan masyarakat
Tinggi

Rendah
        Belajar dan Pertukaran Budaya
Tinggi

Rendah
        Harga & Penghasilan
Diatur oleh masyarakat

Masyarakat memiliki sedikit kontrol kecuali dalam kasus wisata yang datang untuk tujuan itu membeli produk lokal dari "One Tambon One Product ".
Pemahaman Wisatawan tentang Masyarakat
Mungkin melalui pengamatan yang berarti, percakapan dan interaksi dengan anggota masyarakat sebagai hasilnya dari desain program.


Hanya mungkin melalui sumber luar
orang yang memiliki pengetahuan lokal
masyarakat dan bertindak sebagai 'ahli'
perantara.


3.      Perbedaan CBT dengan Homestay
CBT
Homestay
1.  Definisi
Belajar berasal dari keseluruhan
Masyarakat.

Belajar kebanyakan berasal dari keluarga pemilik homestay.
2.  Akomodasi
Banyak jenis bisa diatur termasuk
tenda, kabin, homestays atau
tamu rumah.

Akomodasi di rumah pemilik homestay.
3.  Proses pembelajaran
Mungkin melalui interaksi dengan banyak orang jenis orang termasuk keluarga angkat, pemandu lokal dan kelompok yang berorganisasi kegiatan di masyarakat.

Bergantung pada antusiasme kedua pengunjung dan pemilik homestay.
4.  Manfaat Komunitas
Anggota masyarakat berbeda status bisa diuntungkan dengan mengambil berbagai peran dalam manajemen pariwisata seperti nara sumber, pemandu, host. Bagian dari keuntungan yang disumbangkan untuk proyek masyarakat.

Seringkali hanya rumah tangga yang lebih kaya memiliki kesempatan untuk menyediakan akomodasi dan kemauan Kumpulkan tunjangan untuk diri mereka sendiri, kecuali di kasus yang ada peraturan yang memastikan bagian dari keuntungan dikontribusikan ke masyarakat proyek.

Pariwisata dapat menjadi alat yang ampuh untuk pengembangan masyarakat, terutama jika melihat hubungan antara pariwisata dan pengembangan masyarakat. Tabel berikut menunjukkan cara-cara agar prinsip pembangunan berkelanjutan dapat dipraktekkan untuk membuat pariwisata berkelanjutan.


Dimensi
Pembangunan Berkelanjutan
Pariwisata Berkelanjutan
Ekonomi
· Penghasilan dari produksi lokal
·     Diversifikasi ekonomi lokal
·     Kemandirian
·  Menaikan dana untuk pengembangan masyarakat
· Menciptakan pekerjaan di bidang pariwisata
· Mengangkat pendapatan masyarakat setempat
Sosial
·       Orang-berpusat
· Pengembangan keadilan sosial
·        Memuaskan kualitas hidup
·      Organisasi aktif masyarakat
·  Meningkatkan kualitas hidup
· Mempromosikan kebanggaan masyarakat
· Membagi peran secara adil antara wanita / pria, tua / muda
· Membangun organisasi manajemen masyarakat
Budaya
· Pendidikan formal dan informal
·     Budaya lokal terus berlanjut ke generasi berikutnya
·      Pelestarian budaya
· Mendorong rasa hormat terhadap keanekaragaman budaya
·       Terjadi pertukaran budaya
·       Sematkan perkembangan budaya lokal

Lingkungan
·  Hak pengelolaan sumber daya alam
·      Tanggungjawab lingkungan
·  Konservasi sumber daya alam
·  Mempelajari daya dukung daerah tersebut
·          Mengelola pembuangan limbah
· Meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi
Politik
·     Partisipasi masyarakat
· Pembangunan sebagai tanggapan terhadap
·      Kebutuhan masyarakat
·      Demokratisasi
· Mengaktifkan partisipasi masyarakat lokal
· Meningkatkan kekuatan di luar masyarakat
·  Memastikan hak dalam pengelolaan sumber daya alam

Dalam mempersiapkan komunitas CBT, harus mempertimbangkan pembentukan kontrak atau komitmen di antara para pemangku kepentingan. Hal ini dapat dilakukan melalui proses menetap pada tujuan bersama dan berpartisipasi dalam sepuluh langkah di bawah ini, yaitu :

1.      Pilih tujuan.
2.      Selesaikan studi kelayakan kerjasama dengan masyarakat
3.      Tetapkan visi dan tujuan dengan masyarakat
4.      Mengembangkan rencana untuk mempersiapkan masyarakat mengelola pariwisata
5.      Tetapkan arahan untuk manajemen organisasi
6.      Merancang program tur
7.      Latihlah panduan penafsir
8.      Mengembangkan rencana pemasaran
9.      Luncurkan program tur percontohan
10.  Pantau dan evaluasi prosesnya

 

Manajemen Desa Wisata Template by Ipietoon Cute Blog Design