Kamis, 08 Februari 2018

Pemberdayaan Masyarakat


Resume 1 : Pemberdayaan Masyarakat
by Fitri Anasari


Pemberdayaan berasal dari kata ‘power’ dalam bahasa inggris yang artinya daya atau kekuatan. Secara konseptual, pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Pemberdayaan merupakan upaya yang betujuan untuk meningkatkan kekuatan atau daya dari pihak-pihak yang kurang atau tidak berdaya dalam arti lain memandirikan dan memampukan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan sebagai upaya untuk memberikan daya atau kekuatan seseorang atau sekelompok orang dalam masyarakat, membiarkan mereka untuk menguasai dan menggunakan kekuatan atau daya, serta pemberdayaan dapat pula diartikan sebagai upaya distribusi ulang daya atau kekuatan. Pemberdayaan mengandung pengertian pengurangan atau pemindahan kekuatan dan penyerahan atau penambahan kekuatan kepada pihak-pihak yang diberdayakan. Terdapat tiga pilar dalam pemberdayaan masyarakat yaitu :

1.      Pemungkinan (enabling)
Pemungkinana adalah menciptakan situasi dan kondisi yang memungkinkan potensi masyarakat untuk berkembang.

2.      Penguatan (strenghtening)
Penguatan adalah meningkatkan kapasitas dengan memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

3.      Perlindungan (protecting)
Perlindungan adalah melindungi kepentingan dengan mengembangkan sistem perlindungan bagi masyarakat yang menjadi subjek pengembangan.


Ada 4 prinsip pemberdayaan masyarakat, yaitu :

1.      Kepemimpinan
Pemberdayaan masyarakat harus dipimpin dengan orang yang tepat, berwibawa, adil dan bijaksana agar dapat terwujud pemberdayaan masyarakat yang dapat membuat Desa Wisata semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

2.      Kemitraan
Desa Wisata tidak dapat berdiri sendiri sehingga membutuhkan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait. Oleh karena itu kemitraan menjadi salah satu prinsip pemberdayaan masyarakat. Kemitraan menjadi sangat penting karena dapat membantu Desa Wisata untuk mengelola kegiatan atau lingkungan yang ada di dalamnya dengan tujuan ditawarkan kepada wisatawan.

3.      Patungan
Hal ini mungkin terjadi karena membuat suatu Desa Wisata membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga dibutuhkan patungan atau iuran dana oleh pihak-pihak yang terkait. Patungan ini diharapakan dapat membantu pembuatan Desa Wisata atau hal-hal lain yang terkait dengan Desa Wisata.

4.      Keswadayaan
Swadaya adalah kemauan dan kemampuan masyarakat yang disumbangkan sebagai bagian rasa ikut memiliki program. Masyarakat harus berperan aktif di dalam Desa Wisata agar Desa Wisata dapat berjalan dengan baik.

Pemberdayaan masyarakat dapat diterapkan di Desa Wisata. Pelaku pemberdaya dapat mengadakan beberapa pelatihan untuk masyarakat tentang kegiatan di Desa Wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung. Pelatihan tersebut antara lain mengadakan workshop tentang kerajinan tangan, workshop tentang permainan tradisional, workshop tentang pembuatan serta cara memainkan permainan tradisional, workshop membatik, workshop membuat makanan tradisional dan lain-lain. Selain itu juga dapat diadakan workshop tentang pengelolaan desa wisata agar masyarakat mengerti pentingnya cara mengelola Desa Wisata dan dapat mengaplikasikannya untuk Desa Wisata itu sendiri. Pemberdayaan masyarakat dilakukan agar Desa Wisata berkembang dengan baik dan menjadi desa yang semakin maju di dunia pariwisata agar mampu bersaing dengan destinasi-destinasi wisata lain yang sering dikunjungi oleh banyak wisatawan. Sehingga Desa Wisata dapat bertahan selama mungkin menjadi destinasi wisata yang terus dikunjungi wisatawan disetiap harinya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Manajemen Desa Wisata Template by Ipietoon Cute Blog Design